Close


October 18, 201768 Views

Tumbuhkan Spirit dan Integritas Pegawai BBPJN VIII

image_pdfimage_print

Foto : Training Peningkatan Motivasi Sumber Daya Manusia “Emotion and Spiritual Quotient” (ESQ)

Sebanyak 300 pegawai di lingkungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya mengikuti Training Peningkatan Motivasi Sumber Daya Manusia “Emotion and Spiritual Quotient” (ESQ) pada Kamis, (14/10) bertempat di Aula BBPJN.

Kepala BBPJN VIII, I Ketut Darmawahana dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Training Peningkatan SDM masih ada kaitannya dengan upaya membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dicanangkan pada 31 Juli 2017.

“Kita ingin menumbuhkan spirit dan integritas pegawai” ujar Ketut.

Sebagian besar peserta terdiri atas Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala Satker, PPK dan Asisten Umum serta staf pelaksana di lingkungan kantor Jawa Timur.

“Jangan sampai perubahan hanya ditingkat atas namun di level bawah belum ada perubahan. Turunkan filosofi yang didapat di acara ini kepada staf-staf yang ada di bawah,“ tutur Ketut.

Sementara itu narasumber dari ACT Consulting ESQ 165, Heidy Akhadi menjelaskan bahwa dalam membangun Wilayah Bebas Korupsi tidak hanya sistem yang diperbaiki namun juga manusianya. “Sistemnya bagus namun manusia buruk hasilnya juga buruk, jadi harus jalan dua-duanya ya sistemnya ya manusianya” ungkap Heidy.

Heidy menjelaskan tubuh manusia itu unik, gesture tubuh menunjukkan emosinya, ketika kita tersenyum maka di otak kita akan menghasilkan hormon endorfin yang membuat hati bahagia dan wajah awet muda. Untuk bahagia manusia perlu menyeimbangkan antara fisik, emosi dan spiritual. ESQ menyeimbangkan semua itu sehingga manusia memiliki tujuan hidup ke depan yang lebih baik.

“Saya melihat wajah Bapak Ibu ini memikirkan beban Negara. Kita tidak bahagia karena kita memikirkan apa yang tidak ada bukan yang ada,“ canda Heidy

Ia mengajak peserta bermain Brain Gym untuk melatih fokus sekaligus menghibur peserta. Nampak terlihat peserta ramai tertawa saat banyak yang keliru antara mengikuti ucapan namun malah melakukan gerakan.

Ada kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu 3 S (Senyum Simetris, Salam Semut, Sahabat Sejati). Selain itu, selalu mendoakan orang lain. “Saya selalu mendoakan semua orang yang saya temui termasuk hari ini, Ya Allah muliakanlah orang yg ada di ruangan ini mudahkan semua urusannya” kata Heidy.

Ia menambahkan, coba bayangkan bagaimana kalau semua orang mendoakan untuk kebaikan kita, bisa jadi semua dosa kita dihapuskan karena doa mereka.

Lebih lanjut ia menjelaskan pikiran manusia dapat dibedakan menjadi dua yaitu Conscious Mind (CM) atau pikiran sadar dan Subconscious Mind (SCM) atau pikiran bawah sadar. Conscious Mind mampu mengakomodasi segala aktivitas sehari-hari termasuk ilmu pengetahuan (science). Subconscious Mind merupakan pikiran bawah sadar di mana segala ingatan, kebiasaan, rencana, dan keinginan tersemai dan tumbuh menjadi kenyataan.

Pikiran bawah sadar menyimpan semua informasi rinci tentang segala sesuatu yang dilihat, baca, dengar, atau mengalami. Ia menyimpan semua kenangan seperti – emosi, perasaan, sikap dan keyakinan yang dimiliki. Database besar ini membuat bagaimana cara merasa dan bereaksi dalam situasi tertentu, sangat menentukan. Ketika merasa senang atau sedih tentang sesuatu, hanya merasakan hal itu, padahal sebenarnya tidak berpikir akan hal itu. Kita dapat mengakses pikiran bawah sadar dengan menggunakan afirmasi (kata-kata sugesti atau do’a).

“Bayangkan bisa seseorang mengeluhkan gajinya tidak cukup sepanjang hidupnya dan terekam dalam alam bawah sadarnya. Oleh karena itu, dalam membangun integritas kita harus menata pikiran kita menjadi yang terbaik. Boleh jadi kita tidak cukup baik,“ ungkap Heidy.

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *