Close


December 14, 2017114 Views

Penanganan Darurat Banjir dan Longsor di Jalan Nasional Pacitan Tuntas Dalam 4 Hari

image_pdfimage_print
  • Foto : Penanganan Darurat Banjir dan Longsor di Jalan Nasional Pacitan

Pacitan –  Banjir dan longsor di Pacitan yang terjadi pada (28/11) lalu menyebabkan kerusakan beberapa infrastuktur seperti jembatan gantung  yang rusak bahkan hanyut terbawa arus, jalan berlubang dan bahu jalan tergerus.

Sepanjang 4 Km Jalan Nasional di Kabupaten Pacitan terendam banjir selama 1 (satu) hari yaitu di Jalan W.R. Supratman, Gatot Subroto, Bts Kota Pacitan – Bts Kota Trenggalek, Jalan Jenderal Sudirman dan Manggribi. Selain itu terdapat 54 titik longsor yang terdiri dari 25 titik longsoran di Ruas Bts Kota Pacitan – Bts Kab. Trenggalek, Ruas Glonggong – Bts Kota Pacitan 5 titik longsoran, serta Ruas Ploso – Pacitan – Hadiwarno 24 titik longsor.

PPK Glonggong – Pacitan – Hadiwarno – Bts. Kab. Trenggalek, Sifa Udukha mengatakan kerusakan jalan langsung di tangani dengan penanganan darurat atau sementara, yaitu dengan menutup lubang jalan akibat banjir (salob), memasang rambu-rambu peringatan dan penunjuk arah pengalihan arus selama perbaikan, memobilisasi alat berat yang terdiri dari 6 (enam) unit Wheel Loader, 1 (satu) Unit Motor Grader, 2 (dua) Unit Excavator dan 8 (delapan) Unit Dump Truck ke titik – titik gunturan, melakukan pembersihan terhadap lokasi-lokasi gunturan/longsoran serta melakukan normalisasi saluran agar dapat segera fungsional dan dapat dilalui kendaraan, mengamankan lokasi longsoran yang telah mengikis sebagian badan jalan dengan memasang terpal, sand bag (karung pasir) serta memasang rambu-rambu pengaman.

           

“Alhamdulillah dalam waktu 4 hari seluruh jalan nasional yang terdampak banjir dan longsor sudah fungsional. Kita sudah menyiapkan posko peralatan sebelum kejadian karena daerah sini sering terjadi longsor, kapanpun di butuhkan peralatan dan personil siap 24 jam sehingga proses evakuasi lebih cepat”, ungkap Sifa.

“Penanganan darurat sudah selesai tinggal penanganan permanen, rencananya ditangani dengan pemasangan bronjong dan di beberapa titik dengan bore Pile desain sudah di buat oleh P2JN BBPJN VIII.  Pelaksanaan dikerjakan tahun anggaran 2018 perkiraan biaya yang dibutuhkan sekitar 50 Milyard,” imbuh Sifa.(*)

Humas BBPJN VIII

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *