Close


November 27, 2018286 Views

Pembangunan Jalan Lingkar Utara Lamongan

image_pdfimage_print

Lamongan – Lamongan terletak pada bagian utara Pulau Jawa yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia (Jakarta dan Surabaya) merupakan salah satu wilayah paling strategis dalam distribusi barang di Pulau Jawa. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) bahwa wilayah Kabupaten Gersik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan (Gerbang Kerto Susila), Lamongan masuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN) sistem perkotaan dari sudut pandang kepentingan ekonomi. Dengan kondisi tersebut, kepadatan lalu lintas di Kabupaten Lamongan kian tinggi.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya melalui PPK Tuban – Babat – Lamongan – Gresik tengah mengupayakan pembangunan Jalan Lingkar Utara Lamongan sebagai salah satu solusi mengurai kemacetan pada jalur arteri primer penghubung antara Surabaya Jakarta itu.

Sejumlah data menunjukkan urgensi Pembangunan Jalan Lingkar Utara Lamongan dilatarbelakangi sebagai berikut;

  1. Volume arus lalu lintas yang padat  yang melintasi Lamongan dengan LHR rata – rata = 2,353.56 Kendaraan/Jam (Survey LHR, 2016)
  2. Sering terjadinya kemacetan di jam-jam sibuk (pagi dan sore hari) dengan LOS Level D (VCR 0.8 –  0.9)
  3. Adanya 2 (dua) perlintasan Kereta Api (Palang pintu kereta api) yang terdapat di Km.Sby  43+600 dan Km. Sby.45+600;
  4. Serta sudah beroperasinya Double Track dengan Frekueinsi kereta yang lewat 60 kereta / hari

Pembangunan Jalan Lingkar Utara Lamongan diperkirakan membutuhkan biaya 327 milyar. Jalan yang rencananya akan dibangun sepanjang 6.90 km dengan lebar jalan 14 m, tahun 2018 ini masih dalam proses pembebasan lahan. Total kebutuhan lahan adalah 297.335m2, dengan progres pembebasan lahan yaitu :

  • Tanah yang  sudah dibebaskan= 222.902m2 ( 74,970 % )
  • Tanah yang belum dibebaskan= 74.333 m2 ( 25,03% )

Tahun 2018, terdapat alokasi dana untuk pembebasan lahan sejumlah 60 milyar. Progres pembebasan bidang tanah yang sudah dibayar sejumlah 9 (sembilan) bidang dengan luas tanah 14700 m2 senilai Rp. 17.359.466.000,-.

Sedangkan bidang tanah yang sedang dalam proses diumumkan sejumlah 13 (tigabelas) bidang dengan luas tanah 12336 m2 senilai Rp 29.547.412.340,-

Jalan Lingkar Utara Lamongan terdapat tiga jembatan yang akan dibangun. Total panjangnya mencapai 95 meter dan lebar 21 meter. Untuk pembangunan jembatan ini, membutuhkan anggaran Rp 30,61 miliar, saluran 12,38 miliar, pembebasan lahan Rp58,61 miliar dan pembangunan jalannya Rp226,26 miliar.

Melihat histori, pembangunan Jalan Lingkar Utara Lamongan ini telah dimulai sejak 2004 lalu. Namun sempat terhenti hingga dilanjutkan penganggarannya pada 2014 – 2016 sebanyak Rp 15 miliar untuk pembebasan lahan.

Pada 2016 sempat dianggarkan mencapai Rp 20 miliar namun dibatalkan karena self blocking. Pada 2017 dianggarkan sebesar Rp3,50 miliar. Pada 2019 nanti akan dianggarkan sebesar Rp40 miliar untuk pembangunan 1,5 kilometer jalan. Pembangunan JLU Lamongan ini, dari arah Surabaya dimulai di Desa Rejosari hingga Desa Plosowahyu sehingga tidak akan melalui rel kereta api yang sebidang. (rani)

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *