Close


October 10, 201888 Views

Pembangunan Jalan Baru Mengwitani – Singaraja Tingkatkan Konektivitas Selatan – Utara Bali

image_pdfimage_print
  • Kondisi Existing Jalan Ruas Mengwitani - Singaraja

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau lokasi pembangunan jalan baru  di ruas jalan Mengwitani – Singaraja,  Kunjungan dilakukan setelah Menteri PUPR menghadiri Indonesia Investment Forum dengan tema “A New Paradigm in Infrastructure Financing” di Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018.

Basuki menjelaskan ruas Mengwitani – Singaraja  merupakan akses menuju kawasan wisata Bedugul seperti Kebun Raya Eka Praya, Danau Beratan, Danau Buyan, Danau Tamblingan dan wisata Singaraja seperti Pantai Lovina. selain itu Pembangunan jalan baru di ruas tersebut juga dibutuhkan untuk mendukung rencana pembangunan bandara baru di utara Bali.

“Sebagai destinasi wisata dunia, perbaikan kondisi jalan secara bertahap dilakukan Kementerian PUPR. Disamping itu kehadiran jalan baru ini akan meningkatkan konektivitas antara Bali bagian Selatan dan Utara. Dampaknya diharapkan ekonomi di Bali Utara bisa lebih berkembang sebagaimana Bali bagian Selatan,” kata Menteri Basuki.

Kondisi eksisting ruas jalan ini memiliki  lebar  bervariasi maksimum 7 meter, dimana banyak tikungan tajam dan tanjakan dengan tingkat kelandaian 8-12 % serta jalan diapit oleh lereng dan bukit curam tidak memungkinkan untuk dilakukan pelebaran sehingga dilakukan pembangunan jalan baru yang lebih aman dan nyaman dilintasi. Hal ini karena geometrik jalan baru memiliki tingkat kelandaian 8% dan menghilangkan tikungan tajam.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah seksi 3 & 4 yang saat ini masih dalam tahap pengadaan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng. Trase jalan baru dengan panjang 1,9 Km sebagian akan berada disisi Danau Beratan dengan konstruksi layang sepanjang 210 meter.

Jalan baru akan memotong ruas jalan Mengwitani-Singaraja sehingga menghindarkan pengguna jalan dari titik-titik tikungan tajam dan tanjakan curam sepanjang 2,4 Km. Dengan demikian kecepatan rata-rata kendaraan bisa meningkat dari semula 20 km/jam di jalan eksisting menjadi 40-60 km/jam di jalan baru.

Waktu tempuh juga lebih singkat dari semula 7 menit menjadi 2 menit. Konstruksi ditargetkan akan dimulai tahun 2019 untuk seksi 3, dengan total biaya seksi 3 & 4 sebesar Rp 169,9 miliar.

Lokasi kedua yang dikunjungi yakni seksi 5 & 6 sepanjang 1,9 Km yang akan dimulai konstruksinya tahun 2018. Pembangunan jalan baru seksi 5 & 6 juga akan mempersingkat waktu tempuh dari 6 menit  jalan menjadi 3 menit. Lelang sudah selesai dan akan dilakukan penandatangan kontrak minggu depan dengan nilai kontrak Rp 140,6 miliar.

Turut mendampingi Menteri Basuki, yakni Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Hedy Rahadian, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Jatim-Bali Ketut Darmawahana dan Kepala BWS Bali Nusa Penida Ketut Jayada.(*)

Biro Komunikasi Publik

Kementerian PUPR

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *