Close


April 11, 201827 Views

Pembangunan Drainase Ruas Gresik-Sadang Tekan Angka Kerusakan Jalan

image_pdfimage_print

Masih segar dalam ingatan dengan istilah “Jeglongan Sewu” yang ramai dibicarakan sebagai sindiran atas banyaknya jalan berlubang di Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Ruas jalan yang dulu rusak kini telah diperbaiki. Sebagai upaya untuk menjaga kulitas jalan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII (BBPJN VIII) membangun saluran drainase ruas Gresik-Sadang.

BBPJN VIII Surabaya melalui PPK PJN Surabaya–Gresik–Sadang membangun Drainase Ruas Gresik–Sadang yang berlokasi di Jalan Sadang (Perbatasan Kabupaten Lamongan dengan Kota Gresik di KM 30+005 – 32+435. BBPJN VIII membangun drainase sepanjang 2.422 m di kanan dan kiri jalan.

Saluran drainase jalan raya berfungsi untuk mengalirkan air menggenang yang mengganggu pengguna jalan. Tujuannya agar badan jalan tetap kering. Umumnya, saluran drainase jalan raya adalah saluran terbuka. Dengan demikian, air di permukaan jalan pun bisa secepat mungkin mengalir ke saluran drainase dengan mengikuti kontur jalan raya.

Tanpa drainase, genangan air di permukaan jalan dapat memperlambat kendaraan. Selain itu, apabila air memasuki struktur jalan, perkerasan dan tanah dasar (subgrade) menjadi lemah, dan menyebabkan konstruksi jalan menjadi lebih peka terhadap kerusakan akibat lalu lintas.

Pembangunan drainase menjadi salah satu aspek yang terpenting agar jalan dapat terus dipakai sesuai dengan umur yang direncanakan.

Kontraktor pelaksana pembanghunan drainase PT. Bima Sakti Adhinata menyampaikan, masa pelaksanaan pembangunan drainase ini memakan waktu 130 hari dengan masa pemeliharaan 720 hari.

Pelaksana PT. Bima Sakti Adhinata Johar mengatakan, paket senilai Rp. 11 miliar ini sempat terkendala. Tingginya curah hujan yang turun dilokasi pembangunan drainase jadi sebabnya. Selain itu, perencanaan penggunaan alat juga sempat meleset. “Perhitungan awal, dua alat berat saja cukup. Tapi ternyata kurang. Kami pun menambahkan alat berat. Agar pekerjaan dapat selesai sesuai rencana,” jelas Johar.

Mengingat lalu lintas Jalan Sadang yang terbilang padat, kepolisian setempat memberlakukan jam kerja selama pembangunan drainase. Kontraktor bekerja mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Kemudian dilanjutkan lagi pukul 20.00 WIB. Pembagian jam ini menyesuaikan jam pergantian shift pekerja pabrik di sekitar Jalan Sadang.

“Saat ini, kami masih dalam masa pemeliharaan dengan melakukan pemotongan rumput, pembersihan drainase dan pengecekan fisik, serta beberapa perbaikan bila ditemui kerusakan,” ungkap Johar.

Jenis drainase yang digunakan adalah tipe terbuka. Tetapi, di kawasan permukiman dan jalan akses keluar masuk akan dibuat tertutup, kemudian dipasang paving block dan trotoar.(rani)

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *