Close


July 28, 2015464 Views

Menjaga Mutu Aspal Hotmix

image_pdfimage_print

Foto : Bimbingan Teknis Quality Awareness Pengendalian Mutu di Semarang

Umur perkerasan aspal sangat ditentukan oleh kepedulian petugas lapangan mengawasi mutu pekerjaan. Untuk itu perlu memberi pengetahuan dan motivasi petugas lapangan dalam pengendalian mutu. Dalam rangka itulah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V menyelenggarakan Bimbingan Teknis Quality Awareness Pengendalian Mutu di Semarang pada 5-6 Mei 2015 lalu.
Acara yang diselenggarakan oleh Bidang Pengendalian Sistem Pelaksanaan, Pengujian dan Peralatan (PSP3) membahas agenda Quality Awareness Produksi Hotmix. Kegiatan yang digelar dua hari ini dibagi dua sesi dengan peserta berbeda.
Hari pertama, peserta dari PJN Metro Semarang, Satker PJN Wilayah II Provinsi Jawa Tengah beserta Penyedia Jasa Konsultan dan kontraktor. Jumlahnya 100 peserta. Hari kedua, dari SKPD TP Provinsi Jawa Tengah, Satker PJN Wilayah I Provinsi Jawa Tengah, Penyedia Jasa Konsultan dan kontraktor. Jumlahnya 73 orang.
Kepala Seksi Pengendalian Sistem Pelaksanaan, Ridolf Adam, dalam sambutannya mengatakan, dana yang disediakan Ditjen Bina Marga untuk pelaksanaan jalan di seluruh Indonesia Rp sekitar 57 triliun. ”Kalau dibagi untuk sebelas Balai maka masing-masing mendapat dana Rp 5 triliun sampai Rp 6 triliun. Dari Rp 6 triliun ini belanja modal, yang kita pakai untuk pelaksanaan jalan masih didominasi oleh pekerjaan hotmix. Diperkirakan belanja modal untuk hotmix sekitar Rp 3 triliun, suatu jumlah yang fantastis, dan kalau tidak dikelola dengan baik maka akan merugikan perekonomian secara nasional” kata Adam. Karena itu, sambung dia, pengawasan pencampuran kualitas aspal harus diperhatikan agar mutu jalan menjadi baik.
Sisi teknis dijelaskan oleh Tonton Aristono , Dia memaparkan, Standar pembuatan aspal hotmix masih sama. Prosesnya mulai dari pemilihan material, kondisi AMP, dan laboratorium. Sekarang semua AMP harus memperhatikan syarat standar ini jika ingin berperan dalam pengaspalan jalan. Bila mengabaikan, AMP dinyatakan tidak lolos.
Dengan pemilihan bahan agregat maka campuran aspal yang ideal adalah pertama, memiliki kekakuan rendah atau viskositas yang cukup sehingga tidak memerlukan temperatur tinggi untuk pemompaan, pencampuran dan pemadatan.
Kedua, kekakuan tinggi pada saat temperatur tinggi (musim panas) untuk menghindari alur (rutting) dan shoving. Ketiga, kekakuan rendah pada saat temperatur rendah (musim dingin) untuk menghindari retak. Keempat, kelekatan terhadap agregat yang tinggi untuk menghindari stripping.
Pelatihan ini diperkaya dengan kunjungan ke lokasi AMP yang menangani paket-paket yang telah terkontrak. Salah satu yang dikunjungi adalah PT Mohandas Oeloeng Tugu Semarang yang menangani paket PPK Plelen – Weleri – Kendal – Bts Semarang. AMP ini salah satu yang telah mengganti mesin secara total dan memiliki alat uji laboratorium. msq

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *