Close


December 5, 201864 Views

Memperingati HUT Dharma Wanita Persatuan

image_pdfimage_print

Ungkapan yang kerap kita dengar “di belakang pria yang sukses, ada wanita yang hebat” premis ditujukan pada wanita yang menyandang gelar istri sebagai pendamping suami. Munculnya organisasi yang beranggotakan istri pegawai negeri sipil yang terbentuk pada orde baru dengan nama Dharma Wanita, merupakan repersentasi dari yang baik pada saat itu, dengan mengusung misi-visi sederhana yang mendukung tugas suami sebagai aparatur yang mengabdikan diri dalam tugas untuk bangsa dan Negara. Dengan pemrakasa ibu Negara saat itu Tien Soeharto.

Namun berdirinya organisasi tersebut juga menjadi tonggak penghapusan kegiatan politik bagi wanita, yang mana saat itu istri hanya digambarkan focus untuk mengelolah rumah tangga dan anak. Seiring berjalannya waktu seolah tanpa ada saingan dari gerakan atau organisasi diluar pemerintah orde baru. Dharma Wanita tetap eksis dan dalam zona “aman”.

Setelah runtuhnya orde baru melalui gerakan reformasi tahun 1998, organisasi tersebut membutuhkan langkah besar agar dapat mengikuti perubahan jaman. Melalui musyarawah luar biasa yang diadakan pada tanggal 6-7 Desember 1999, menghasilkan keputusan untuk mengganti nama menjadi Dharma Wanita Persatuan, serta tujuan organisasi terbesar tersebut juga menyasar kearah pendidikan, ekomoni,   dan budaya.

  • Ibu Ni Guyu Ayu Putu Wahana,selaku ketua Paguyuban DPW BBPJN VIII menyerahkan Piala dalam rangka lomba menghias sayur lokal

Seluruh rancangan anggaran dasar disahkan dan ditetapkan oleh ketua Dharma Wanita Persatuan terpilih Dr. Nila F Moeloek dengan berberapa perubahan yang ada. Waktu terus berjalan dan zaman berganti namun ruh organisasi wanita tersebut masih dirasakan hingga sekarang, meskipun sekarang banyak sekali kelompok atau organisasi wanita.

Di era reformasi dan kekininan Dharma Wanita Persatuan (DPW) berusaha menyesuaikan diri agar dapat mencakup kebutuhan kader wanita nya yang masih muda, hal ini tak lepas dari potensi besar yang dimiliki oleh DPW, terutama dari kuantitas anggota maupun cabang organisasi yang hampir tersebar di senatero negeri ini.

Ni Gusti Ayu Putu Wahana selaku ketua Paguyuban DPW BBPJN VIII saat di temui aula BBPJN VIII, mengatakan memang peran seorang istri selalu mendorong agar suami bekerja dengan baik guna menunjang pembangunan di negeri ini, “hal ini sesuai dengan tema HUT DPW optimalisasi peran DP terhadap pembangunan Nasional.” Tandas wanita yang akrab di sapa bu Ketut.

Harapan Ni Gusti Ayu berharap kader-kader muda dapat meneruskan semangat DPW, serta bersemangat dalam berorganisasi, “ saya berharap ibu-ibu yang masih muda dapat lebih aktif dalam berorganisasi, karena yang muda itu bakal meneruskan ruh dari organisasi ini.” Tambah beliau saat menghadiri acara menyambut HUT Dharma Wanita Persatuan.

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *