Close


February 14, 201959 Views

Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI Meninjau Pembangunan Infrastruktur di Probolinggo

image_pdfimage_print

Probolinggo – Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Probolinggo pada hari Kamis, 14 Februari 2018. Anton Sukartono Suratto, selaku ketua rombongan, menyebutkan bahwa dalam kunjungan ini Komisi V akan melihat langsung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Probolinggo terutama yang dibiayai oleh APBN, mengetahui permasalahan-permasalahan pembangunan infrastruktur, dan untuk memastikan kepada masyarakat bahwa pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan lancar.

Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Komisi V DPRI-RI menyampaikan harapannya untuk peningkatan status jalan akses menuju KSPN Bromo – Tengger – Semeru, agar menjadi Jalan Strategis Nasional.

Menanggapi hal ini, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, I Ketut Darmawahana, menyampaikan bahwa, terdapat beberapa mekanisme yang harus terlebih dahulu diselesaikan terkait dengan kewenangan dan aset. Sementara itu, untuk Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo progress mencapai 97%, dan diharapkan akan segera dapat operasional, dan untuk Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi masih dalam tahap DED.

Selanjutnya, Direktur Rumah Swadaya, Johny Fajar Sofyan Subrata, menyampaikan bahwa untuk Kabupaten Probolinggo pada Tahun 2018 telah dilaksanakan program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 133 rumah dan pembangunan rumah susun Stikes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong yaitu 1 TB, 4 lantai, 152 unit, yang diharapkan selesai pada akhir Februari.

Untuk usulan pembangunan rumah khusus nelayan pada Tahun 2019, terdapat permasalahan pada lokasi yang diusulkan, yaitu tanah belum memiliki sertifikat dan aksesnya tidak ada, “mungkin perlu dicari alternatif akses atau lokasi lain yang lebih siap,” lanjut Johny. Sedangkan untuk peningkatan kualitas RTLH dialokasikan sebanyak 150 unit di tahun 2019.

Sementara itu, untuk bidang sumber daya air di Kabupaten Probolinggo difokuskan untuk Sistem Pengelolaan Air Minum. “Tahun ini dilaksanakan di IKK Krucil, IKK Gading, dan IKK Tiris”, jelas Kepala Bidang Air Tanah dan Air Baku Wilayah Barat, Muradi.

Di bidang cipta karya, Pamsimas telah dilaksanakan di 57 desa dari tahun 2014-2018, dan di 13 desa tahun 2019, dengan total 60.000 orang penerima manfaat. Selain itu juga telah dilaksanakan pembangunan Seruni Point, sebagai bagian dari KSPN Bromo – Tengger – Semeru. “Diharapkan agar Seruni Point dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” lanjut Dardjat Widjunarso, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur. (PPHAL-Uke)

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *