Close


December 9, 201658 Views

Korea Berminat Kembangkan SHMS Jembatan Suramadu

image_pdfimage_print

Foto : CEO KISTEC (Korea Infrastructure Safety & Technology Corporation), Young Jong Kang berkunjung Ke Kantor PPK SMKS Jembatan Suramadu

Surabaya – CEO KISTEC (Korea Infrastructure Safety & Technology Corporation), Young Jong Kang berkunjung Ke Kantor PPK SMKS Jembatan Suramadu pada Kamis (9/12) di Surabaya. Ia mengatakan siap membantu pengembangan Structural Health Monitoring System (SHMS) jembatan Suramadu. Sistem monitoring jembatan di korea sangat bagus. “Semua jembatan di Korea terintegrasi dalam satu sistem, tercentralisasi di pusat dan dapat di akses 24 jam”. Kata young Jong.
Negeri gingseng ini belajar banyak dari peristiwa runtuhnya jembatan Sungsoo dan pusat perbelanjaan Sampoong di tahun 1994, akibat dari kejadian tersebut melahirkan Undang-Undang Khusus dan mendirikan KISTEK.
Sementara itu PPK jembatan Suramadu, Ade Riani menjelaskan kunjungan KISTEC ini untuk mendapatkan informasi awal mengenai sistem monitoring yang ada di jembatan Suramadu. “ Ini merupakan kunjungan kedua, kunjungan pertama perwakilan dari KISTEK pada tanggal 8 Agustus 2016 dan hari ini CEO nya yang datang”, ungkap Ade.
KISTEC merupakan badan pemerintahan Korea Selatan yang didirikan untuk memaksimalkan efektifitas bantuan Korea pada negara-negara berkembang. Bantuan ini bisa berupa hibah maupun program kerjasama teknis.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi telah menjalin kerjasama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) terkait manajemen keselamatan fasilitas publik di Indonesia.
Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan infrastruktur, yang salah satunya dinilai dengan pemenuhan terhadap aspek keselamatan (safety). Aspek keselamatan tidak hanya ditinjau pada saat pelaksanaan konstruksi tetapi juga saat masa pemanfaatan, pemeliharaan sampai pembongkaran infrastruktur. Tindak lanjut dari kerjasama ini pada Februari 2016 telah dilaksanakan training inspeksi jembatan di Korea selama 3 minggu mulai dari 14 Februari 2016 hingga 5 Maret 2016 yang dilanjutkan dengan percobaan inspeksi jembatan pada Jembatan Fisabilillah di Batam selama 3 bulan pada tanggal 14 Maret 2016 sampai Juni 2016.(Msq)

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *