Close


December 8, 2017109 Views

Komisi V DPPR RI Pantau Kesiapan Sarana dan Prasarana Transportasi Menghadapi Natal dan Tahun Baru

image_pdfimage_print
  • Foto : Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik dalam rangka peninjauan persiapan sarana dan prasarana transportasi dalam menghadapi Hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik dalam rangka peninjauan persiapan sarana dan prasarana transportasi dalam menghadapi Hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Provinsi Jawa Timur pada Kamis (7/12).

Tiba di Bandara Terminal 1 Ruang VIP pukul 8:00 WIB, sebanyak 15 angota Komisi V DPR RI langsung menggelar rapat untuk mendengarkan paparan dari Ditjen Perhubungan Udara, Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut,  PT. Angkasa Pura I, Ditjen Perkerataapian, PT. KAI, Pelindo II, BMKG dan Direktorat Jenderal Bina Marga yang diwakili oleh BBPJN VIII.

Ketua Tim Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo mengatakan kegiatan ini kegiatan reguler yang dilakukan untuk mengawasi dan mengawal kesiapan sarana dan prasarana transportasi dalam menghadapi natal dan tahun baru.

“Jangan sampai ada hal-hal yang mendasar yang terlewatkan sehingga menggangu pelayanan. Kita ingin memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat” ujar Sigit.

Sigit menilai persiapan yang dilakukan sudah cukup baik terkait perhubungan udara, perhubungan darat dan perhubungan laut. Namun demikian, layanan PT. KAI sempat terganggu akibat banjir di Porong, Sidoarjo. Kondisi struktur tanah di Porong terus turun, padahal pihak kereta api sudah pernah meninggikan rel hingga 6 kali yang jika di total mencapai 3 meter. Oleh karena itu, Komisi V DPR RI akan berkirim surat kepada Kementerian Perhubungan agar dilakukan relokasi trase.

Kepala BBPJN VIII, I Ketut Dharmawahana menjelaskan jalan nasional siap menyambut natal dan tahun baru. Sebelum ada kunjungan pihaknya sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti  Perhubungan,  Kepolisian dan Pemda dengan 3 (tiga) point utama yaitu  titik-titik kemacetan, daerah rawan longsor, rawan kecelakaan lalulintas.

“Tidak ada kegiatan pekerjaan efektif jalan yang dapat mengurangi space jalan sehingga menambah kemacetan.  Kami melakukan pemeliharaan  jalan untuk menjamin tidak ada lubang, bila ada lubang dalam waktu 2×24 jam lubang harus tertutup”, kata Ketut.

Sementara untuk jalan tol, ia berharap Menteri PUPR dapat segera membuka  ruas Surabaya – Mojokerto (Sumo) sepanjang 36,27 Km,  karena pekerjaan fisik sudah 100 % dan sudah dilakukan uji laik fungsi.

Tol Sumo memiliki 4 seksi yang terdiri dari seksi I A Waru memiliki panjang 2,30 Km sudah beroperasi; Seksi I B Ruas Sepanjang – WRR memiliki panjang 4,30 Km belum beroperasi; Seksi II  WRR – Driyorejo  memiliki panjang 5,07 Km; Seksi III Driyorejo – Krian memiliki panjang 6,13 Km belum beroperasi; dan Seksi IV Krian – Mojokerto sudah beroperasi. Apabila Tol Sumo dibuka dampaknya dapat mengurangi kemacetan hingga 30 %, mengingat saat ini dari arah selatan yang keluar di Legundi kerap menyebabkan kemacetan di ruas tersebut.(msq)

Humas BBPJN VIII

 

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *