Close


December 14, 2017153 Views

Kementerian PUPR Akan Membangun 7 Buah Jembatan yang rusak akibat banjir di Pacitan.

image_pdfimage_print
  • Foto : Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto saat mengunjungi Jembatan Grindulu di Pacitan

Banjir yang terjadi di Pacitan pada (28/11) menyebabkan 7 (tujuh) jembatan rusak dan tidak dapat dilewati. Hal tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu karena harus menempuh jarak yang lebih panjang.

Jembatan yang rusak berada di 3 (tiga) kecamatan yaitu di Kec. Pacitan, Kecamatan Arjosari dan Ngadirejo. Di Kecamatan Pacitan, jembatan yang rusak yaitu Jembatan Gantung di Desa Tambakrejo yang memiliki panjang 100 m, Jembatan Gantung Banjarsari I di Desa Banjarsari yang memiliki panjang 75 m, serta Jembatan Gantung Banjarsari II di Desa Banjarsari yang memiliki panjang 70 m.

Di Kecamatan Arjosari, jembatan yang rusak antara lain Jembatan Kembang di Desa Kembang yang memiliki panjang 150 m, Jembatan Gantung Kedungbendo di Desa Kedungbendo yang memiliki panjang 60 m dan  Jembatan Kebon Desa Kedungbendo Kec. Arjosari dengan panjang 60 m.

Sedangkan yang di Kecamatan Ngadirejo terdapat Jembatan Gantung Kali Atas di Desa Wiyoro dengan panjang 150 meter.

   

Direktur Jenderal (DirjenBina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto saat mengunjungi Jembatan Grindulu di Pacitan (10/12) menyampaikan pembangunan 7 jembatan di Pacitan akan menggunakan dana bencana alam tahun 2017.

“Kita akan dorong pelaksanaan pembangunan dikerjakan tahun ini, untuk itu administrasinya disiapkan dengan bagus,” kata Ari.

Agar kualitas jembatan yang di bangun kuat dan kokoh pihaknya akan berkoordinasi dengan Dirjen SDA Kementerian PUPR untuk mendapatkan masukan-masukan agar kaki-kaki jembatan terlindungi begitupun dengan jembatan tersebut. Hal ini, karena dalam membangun jembatan bukan hanya masalah struktur jembatan namun juga tentang karakteristik dan morfologi Sungai Grindulu.

Ari menambahkan langkah darurat yang harus dilakukan yaitu memperbaiki jembatan yang ada agar bisa dilalui sambil membangun jembatan permanennya. Pembangunan jembatan permanen ditargetkan selesai dalam waktu 3 bulan dengan perkiraan biaya 22,1 M. (*)

 

Humas BBPJN VIII

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *