Close


January 23, 201918 Views

Jembatan Gantung Desa Kedung Rejo Siap Digunakan

image_pdfimage_print

Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Sadarestuwati, melakukan kunjungan kerja spesifik peninjauan infrastruktur dan transportasi di Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, Pada Rabu, 23 Januari 2019.

Komisi V didampingi mitra kerjanya dari Kementerian PUPR seperti  Kepala Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional Apriady Mangiwa, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Chaisal A. Manu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, I Ketut Darmawahana, Kepala Sub Direktorat Kawasan Permukiman Perdesaan, Soelistianing Kusumawati, dan Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pendataan Rumah Swadaya, Rubiyo  meninjau   jembatan gantung di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng serta melakukan dialog dengan warga penerima Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian PUPR di Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur.

Ketua rombongan Komisi V DPR RI, Sadarestuwati, menyatakan bahwa Pemerintah telah berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur perdesaan, diantaranya dengan pembangunan jembatan gantung dan program PKT. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan ekonomi perdesaan. “Infrastruktur perdesaan ini agar dipelihara dan dimanfaatkan sesuai peruntukkannya sehingga maksimal pemanfaatannya,” pesannya.

Sementara itu di tempat yang sama Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, I Ketut Darmawahana, menyampaikan bahwa, jembatan gantung di Desa Kedungrejo sepanjang 42 meter  termasuk dalam Paket Pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung Nawacita cs.

Selain jembatan gantung ini, juga dibangun Jembatan Gantung Sungai Karanggeneng sepanjang 120 m  di Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jembatan Gantung Sungai Kedung Manten sepanjang 42 m di Kecamatan Mejayan, dan Jembatan Gantung di Desa Banjarsari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Pembangunan keempat jembatan gantung tersebut dilaksanakan pada TA 2018 dengan anggaran senilai Rp 8,2 Miliar.

Ketut meminta agar masyarakat menjaga dengan baik jembatan gantung yg telah dibuat oleh Kementerian PUPR. “ Mohon dijaga dengan baik, silahkan ditambahkan apa yang kurang baik namun jangan di kurangi dan manfaatkan sesuai dengan kegunaannya karena ini jembatan gantung untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua sehingga jembatan akan tahan lama” pesan Ketut.

Pembangunan jembatan gantung sebagai salah satu infrastruktur kerakyatan yang akan memperlancar mobilitas dan memangkas waktu tempuh antar desa yang sebelumnya harus memutar jauh akibat dipisahkan oleh kondisi geografis seperti lereng, bukit, jurang, ataupun sungai.

Kehadiran jembatan gantung ini sangat dibutuhkan dan disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga.

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *