Close


April 20, 2015220 Views

Jembatan Damas, Ikon Baru Jalur Selatan Trenggalek

image_pdfimage_print

Foto : Jalur lintas selatan di Trenggalek berubah menjadi lebar dan mulus setelah adanya perbaikan yang dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V

Jalur lintas selatan (JLS) di Trenggalek berubah total menjadi lebar dan mulus aspalnya sejak pelebaran jalan yang dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V selesai pada Maret 2015. Kini jalan itu terasa lapang dan nyaman sebab lebarnya menjadi 6 meter dengan aspal mulus sepanjang 28 km.

Perbaikan jalan ini merupakan bagian dari Pekerjaan Pelebaran Jalan Ruas Batas Kabupaten Pacitan – Jarakan di bawah pengawasan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur. Pelebaran jalan yang menghabiskan biaya Rp 161,5 miliar untuk meningkatkan kapasitas jalan.

Sebelum diperbaiki kondisi jalan nasional itu sempit hanya selebar antara 3-4 meter. Aspalnya juga rusak, berlubang, lubang dan mengelupas. Tentu saja kondisi jalan seperti ini membuat arus transportasi tersendat dan berbahaya. Padahal pertumbuhan arus lalu lintas penumpang dan barang di kawasan Pacitan – Jarakan – Trenggalek – Tulungagung naik.

”Sebelum dibangun jalan itu secara dimensi tidak layak untuk dikatakan sebagai jalan nasional,” kata Hari Basuki Widodo, Pejabat Pembuat Komitmen Batas Kabupaten Pacitan – Jarakan – Trenggalek – Batas Tulungagung.

Sebab, sambung dia, kenyataannya ketika ada dua mobil bersimpangan di jalan itu maka salah satu kendaraan harus mengalah dengan berhenti dan menepi. Lebar jalan hanya 3-4 meter sehingga lalu lintas di jalur Trenggalek – Pacitan tidak berjalan lancar dan aman.

Hari Basuki Widodo, menerangkan, saat ini progres fisik pekerjaan sudah 100 persen. Pekerjaan terakhir yang diselesaikan itu pengaspalan AC-WC sepanjang 4 km. Kemudian pemasangan marka jalan 20 km, guiderail (pagar pengaman jalan) dan lampu penerangan. Pengaspalan 25 Februari 2015 selesai dan marka jalan pun kini sudah rampung. Seluruh pekerjaan selesai sesuai dengan target pada Maret 2015.

Sebelum diperbaiki, jalan ini dahulu selain sempit juga tidak ada saluran drainase sehingga setiap musim hujan selalu terjadi aliran permukaan dari pegunungan yang menggenangi sebagian besar lapisan perkerasan. Genangan air inilah yang merusak aspal.

”Dari hasil survei yang kami lakukan tidak hanya lapisan permukaan perkerasaan yang hancur tapi juga lapisan pondasi,” kata Hari.

”Sekarang sepanjang jalan 28 km itu sudah terbangun saluran drainase. Selain itu untuk mengamankan jalan dibangun tembok penahan di sisi tebing maupun di sisi jurang,” tambah Hari. Tembok penahan itu sekaligus sebagai batas jalan sebab sebelumnya batas antara ruang milik jalan dengan tanah penduduk tidak jelas.

Selesainya pelebaran jalan nasional lintas selatan ini mempercepat jarak tempuh lalu lintas. Jarak Trenggalek – Pacitan sebelumnya ditempuh 3-4 jam, menurut Hari Basuki, sekarang dapat ditempuh 1,5 jam. Sopir-sopir yang dulu mengeluh ketika lewat jalan ini yang rusak dan lama kini keluhan itu tidak ada lagi. (msq)

Humas BBPJNV

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *