Close


May 23, 201949 Views

Jelang arus mudik 2019, Komisi V DPR-RI pantau kesiapan infrastruktur

image_pdfimage_print

Kamis (23/5) sejumlah anggota Komisi V DPR RI, yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan (JBHP) Ditjen Bina Marga Hedy Rahadian, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya I Ketut Darmawahana saat mengadakan kunjungan kerja spesifik ke sejumlah tempat di provinsi Jawa antara lain bandara Djuanda, tol Pandaan-Malang, serta pelabuhan Perak.

Selain jalan tol, Menteri Basuki menyampaikan kemantapan jalan nasional di Jatim secara kesuruhan sudah 91,70%. Total panjang jalan nasional di Jatim 2.361 Km dengan kondisi baik 853 Km, kondisi sedang 1.312 Km, dan kondisi rusak ringan 196 Km.

Saat memberikan paparan dihadapan ketua tim kunker komisi V Sigit Sosiantomo, menteri Basuki mengatakan pemeliharaan jalan di Jatim terdapat peningkatan kondisi jalan nasional, yaitu di ruas sadang batas lamongan dan kota gresik sedang dilakukan pekerjaan pembangunan atau pembuatan drainase. “saat diapasngkan lebih tinggi dari jalan nasional, sehingga dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan sebelum arus mudik sudah selesai” ungkap beliau.

Sedangkan dibatas Sidoarjo-Gempol ada jalan-jalan berlubang, ini sedang dikerjakan. Terakhir di ruas Probolinggo-Paiton-Situbondo ada pekerjaan rigid yang sedang dilakukan penambahan rambu. Pekerjaan rigid H-10 akan sudah bisa dibuka untuk dimanfaatkan, ” tutur Menteri Basuki.

Di sepanjang ruas tol Trans Jawa Timur terdapat 27 rest area yang terdiri dari 11 Tipe A, 8 Tipe B, dan 8 Tipe C. Tipe A memiliki fasilitas terlengkap seperti mushola, SPBU, restoran, ruang terbuka hijau, parkiran, ruang kesehatan, ATM center, dan minimart.
“Hampir setiap rest area telah disiapi helipad dan fasilitasi disabilitas,” ujar Menteri Basuki.

Pimpinan DPR RI Sigit Sosiantomo mengapresiasi kinerja Kementerian PUPR dalam mempersiapkan infrastruktur jalan dan jembatan, khususnya jalan tol untuk menyambut mudik tahun ini.

“Semoga tahun ini lebih sukses dari tahun sebelumnya, kalau bisa diantisipasi soal kemacetannya di pintu exit. Tapi Mudah-mudahan dengan one way yang diterapkan bisa cepat waktu tempuhnya,” ujar Sigit.

Meskipun sudah beroperasi, para pengendara yang melewatinya masih digratiskan hingga lebaran nanti. Sedangkan untuk Seksi IV sepanjang 4,8 Km dari Singosari – Pakis akan difungsionalkan dan Seksi V sepanjang 3,1 Km dari Pakis – Malang belum bisa dilalui pemudik untuk tahun ini.

“Jawa Timur tol sudah siap yang Pandaan Malang kita buka Seksi I, II, dan III sampai exit Singosari tapi kita tambahkan fungsional di seksi 4 exit Pakis untuk mencegah penumpukan kendaraan di exit Singosari,” ujar Hedy Rahadian.

Rest area di tol Pandaan – Malang ada di dua tempat yaitu di KM 66A dan KM 84B walaupun hingga saar ini masih sedang dalam proses pekerjaan. Selain ada pula pekerjaan pembangunan Underpass Karanglo di exit Singosari yang akan di operasikan H-7 sebelum lebaran.

“H-7 kita akan full operasikan Underpass Singosari di jalan karanglo, ini kita harapkan bisa mengurangi kepadatan dari dan ke Malang yang sudah luar biasa padat,” tambah Hedy Rahadian.

 

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *