Close


April 23, 201849 Views

Jangan Ada Lagi Kegagalan Konstruksi

image_pdfimage_print

Kegagalan konstruksi yang terjadi belakangan seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi pelaksana pembangunan. Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII I Ketut Darmawahana ketika penandatanganan kontrak bersama Paket Pekerjaaan Jasa Konsultasi Tahun 2018 di Aula BBPJN VIII.

“Kegagalan konstruksi sebenarnya bisa dihindari jika pihak penyedia jasa maupun pemilik proyek berkomitmen menghasilkan produk yang lebih baik,” kata Ketut.

Ia melanjutkan, kegagalan konstruksi sebenanrnya disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya, kesalahan perancangan stuktur permanen, kesalahan perancangan sistem struktur sementara, dan kurang lancarnya komunikasi antara perencana dan pelaksana.

Untuk itu, diharapkan peran serta semua pihak untuk saling mengingatkan sehingga mengurangi resiko perkerjaan yang ada, terutama paket pekerjaan yang beresiko tinggi. Dari penandatanganan kontrak ini diharapkan bisa menghasilkan konsultan yang berintergritas, profesional, dan kompeten.

Seperti kita tahu, kegagalan konstruksi telah menyita perhatian seluruh pihak. Perhatian besar pun diarahkan untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebagai pembina jasa konstruksi nasional, Kementerian PUPR terus berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas usaha jasa konstruksi nasional, meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan produktivitas tenaga kerja konstruksi.

Selain itu, PUPR juga berusaha melaksanakan pembangunan sesuai dengan standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 02 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Ketut menyerukan agar semua pihak ikut meningkatkan pengawasan kerja, agar kegagalan konstruksi yang terjadi tidak sampai merenggut nyawa. (wira)

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *