Close


July 3, 201823 Views

Jangan Ada Korosi di Tiang Pancang Jembatan Suramadu hi

image_pdfimage_print

Siapa yang tak mengenal jembatan Suramadu. Jembatan ini telah menjadi landmark membanggakan bagi masyarakat Jawa Timur khususnya di Surabaya dan Madura. Jembatan yang dibangun sejak Agustus 2003 itu telah memberikan dampak ekonomi dan parwisata.

Jembatan yang memiliki total panjang 5.438 meter dan lebar 30 meter ini diproyeksikan mampu bertahan selama 100 tahun. Karena itu, pemeliharan pelindung korosi dilakukan secara terus menerus.

Pemeliharaan Jembatan Suramadu dilakukan dengan skema kemitraan, yaitu antara PT. Jasa Marga, BBPJN VIII dan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Sejak 2014 hingga saat ini Pemeliharaan Jembatan Suramadu oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan dan Jembatan (BBPJN) VIII dilaksanakan oleh PPK Unit Pengelola Sistem Monitoring Kehandalan Struktur (SMKS) Jembatan Suramadu.

Tahun ini PPK Unit Pengelola SMKS Jembatan Suramadu melakukan pemeliharaan struktur bangunan bawah dan perangkat sensor SHMS Jembatan Suramadu.

Pemeliharaan Struktur Bangunan Bawah Jembatan Suramadu antara lain pemeliharan perlindungan korosi tiang pancang baja pada causeway Jembatan Suramadu menggunakan Glass Flake. Pemeliharaan ini diawali dengan dilakukan survei rutin yang dilaksanakan setiap bulan, dari survei itu ditemukan kerusakan pada lapisan pelindung tiang pancang baja.

PPK Unit Pengelola SMKS Jembatan Suramadu Aditya kusumadinata mengatakan tahun ini pihaknya fokus pada coating tiang baja dan coating beton.

“Di Bina Marga ada spesifikasi pelaksanaan perlindungan korosi pada tiang panjang baja di laut. Salah satunya menggunakan Glass Flake. Ini adalah jenis cat yang biasa digunakan pada tiang baja di laut,” tutur pria kelahiran Semarang itu.

Pemeliharaan ini di utamakan pada lapisan tiang pancang baja yang telah mengalami kerusakan. Kerusakan lapisan pelindung tiang pancang ini terjadi pada daerah pasang surut (splash zone) dimana biota laut Teritip tumbuh subur dan menempel pada lapisan pelindung tersebut.

Pemeliharaan perlindungan tiang pancang baja ini menggunakan cat tipe Glass Flake yang dapat diaplikasikan di dalam air (under water). Pelindung tiang pancang Glass Flake ini terdiri dari 3 lapisan yaitu lapisan primer, intermediate dan top coat dengan total tebal lapisan 700 mikron.

Jembatan ini terdiri dari tiga bagian utama yaitu jalan penghubung (causeway), jembatan pendekat (approach Bridge) dan jembatan utama (main bridge) dengan struktur Cable Stayed.

Perlu diketahui bahwa causeway terdiri dari 36 bentang untuk sisi Surabaya dan 45 bentang sisi Madura dengan panjang masing-masing 40 meter. Konstruksi bangunan di atas menggunakan PCI Girder. Sedangkan untuk bagian bawah menggunakan pondasi pipa baja berdiameter 60 cm dengan panjang rata-rata 25 meter untuk sisi surabaya dan 27 untuk sisi Madura.

Saat ini pemeliharaan tiang panjang baja baru diterapkan pada causeway sisi Madura. Selanjutnya juga akan dilakukan secara bertahap pada causeway sisi Surabaya. Pemeliharan pelindung korosi ini dilakukan secara terus menerus agar Jembatan Suramadu tetap kuat berdiri hingga 100 tahun ke depan. (wira)

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *