Close


December 30, 2015699 Views

Flyover Palur, Pengurai Kemacetan

image_pdfimage_print

Foto : Flyover Palur Tampak Atas

Jawa Tengah – Kemacetan di Pertigaan Palur tak terhindar terutama di jam-jam sibuk, ditambah dengan adanya jalur KA sebidang semakin menghambat para pengguna jalan. Selesainya Flyover Palur sebagai harapan untuk pemecah kemacetan.

Akhir tahun ini, para pengguna jalan di area persimpangan Palur pantas tersenyum, Pertigaan Palur yang bertahun-tahun mengalami kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk serta saat arus mudik dan balik lebaran, secara perlahan mulai terurai. Itulah sebabnya flyover ini dibangun, selain untuk mengurai kemacetan di simpang ini, juga diharapkan mampu menunjang perekonomian di Kota Surakarta serta kabupaten di sekitarnya seperti Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar.

Pertigaan Palur ini menjadi vital karena terkait dengan mobilisasi Kota Surakarta. Kota ini merupakan kota yang memiliki peran perekonomian penting pada akses transportasi darat yang menghubungkan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini mengakibatkan banyaknya kendaraan yang melewati kota tersebut, khususnya daerah Palur yang menghubungkan tiga wilayah, yaitu Kota Surakarta, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Karanganyar.

Mega proyek Flyover Palur ini dimulai jauh sebelum pembangunannya. Pemerintah Kabupaten Karanganyar pertama kali mengusulkan flyover pada tahun 1999 saat kepemimpinan Bupati Sudarmaji, namun belum mendapat respon. Wacana pembangunan flyover mencuat kembali pada saat kepemimpinan Rina Iriani Sri Ratnaningsih, salah satunya dengan meminta langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat peresmian Pasar Tawangmangu pada tahun 2009 dan akhirnya pembangunan flyover dimulai di tahun 2012 dengan dana APBN.

Flyover Palur merupakan satu-satunya jalan layang di kawasan Soloraya dengan total panjang jembatan 624 meter (147 m jalan pendekat arah Surakarta, 330 m bentang utama struktur flyover, dan 147 m jalan pendekat arah Karanganyar) menelan dana Rp 91.429.976.000,00 dimana tahun 2012 pelaksanaan bangunan bawah pekerjaan pondasi bore pile dengan dana Rp 8.799.999.000,00 kemudian dilanjutkan pekerjaan bangunan atas multiyears di tahun 2013-2015 menelan dana Rp 82.629.977.000,00.

Dengan selesainya pembangunan flyover Palur, diharapkan prasarana transportasi di sekitar simpang palur semakin kondusif, dan tidak ada lagi kemacetan pada pagi dan sore hari. Akhirnya, semua berujung pada lancarnya roda mobilisasi orang dan barang demi menunjang perekonomian Surakarta, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, dan sekitarnya

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *