Close


June 27, 201910 Views

Duplikasi Jembatan Tukadaya dikebut sebelum akhir tahun 2019

image_pdfimage_print

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII (BBPJN VIII), Surabaya terus berupaya mempercepat Pembangunan Duplikasi Jembatan Tukad Aya yang berada di perbatasan, antara kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya di ruas Jalan Cekik – Batas kota Negara, dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019. Pembangunan duplikasi jembatan Tukadaya, bertujuan untuk mengurangi kepadatan arus lalulintas yang melewati jembatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Bali Ruas Jalan Nasional Cekik-Batas Kota Tabanan BBPJN VIII Grace Agustina Togatorop saat ditemui mengatakan, lebar jembatan yang sudah ada masih belum memenuhi standar nasional. “Lebar jembatan eksisting saat ini cuma 6 m, sehingga sering kali Railing jembatan ditabrak ketika truk lewat secara berpapasan.” Ujar Grace. Duplikasi jembatan bertujuan untuk mengakomodasi arus lalulintas, khususnya kendaraan bermuatan berat dari Gilimanuk menuju Denpasar maupun sebaliknya.” Ungkap Grace.

Duplikasi jembatan Tukadaya nantinya akan memiliki total lebar jembatan 9,8 meter dengan spesifikasi untuk lebar badan jalan 7 meter,dan  lebar trotoar masing-masing 1 meter. Sedangkan untuk panjang jembatan yang baru, akan sama dengan panjang jembatan eksisting yakni 40 meter. “Dengan selesainya pembangunan duplikasi Jembatan Tukad Aya, diharapkan dapat mengurangi beban jembatan eksisting.” Tandas Grace.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Tukad Aya, arus lalu lintas akan dibagi menjadi 2, yaitu lalu lintas dari arah Gilimanuk menuju ke Denpasar akan melalui jembatan baru. Sedangkan lalu lintas dari arah Denpasar menuju Gilimanuk akan melalui jembatan eksisting, pihaknya juga memastikan bahwa selama proses pembangunan jembatan tidak akan mengganggu arus lalu lintas dari arah Denpasar serta Gilimanuk. Pihaknya juga berupaya mempercepat pembangunan jembatan baru tersebut. “kalau tidak ada kendala yang berarti, pekerjaan tersebut bisa rampung lebih cepat, kalau sesuai kontrak, PHO (Provisional Hand Over) akan jatuh pada 25 Desember 2019, tapi kami berupaya dapat diselesaikan pada bulan Oktober.” Jawab Grace.

Saat disinggung mengenai dampak lingkungan terhadap pembangunan duplikasi jembatan, Grace menekankan pihaknya setiap bulan memonitor dampak pembangunan Jembatan terkait dengan kondisi air, udara, serta kebisingan disekitar lokasi proyek. “tetap kita monitor setiap bulannya terkait dengan kondisi lingkungan, melalui Laporan Bulanan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan yang disampaikan oleh Kontraktor.” Ungkap grace.

Grace juga menjelaskan tidak ada permasalahan pembebasan lahan karena lahan yang digunakan merupakan lahan aset negara, warga sekitar juga berperan serta dengan memberikan informasi terkait titik-titik patok batas tanah disekitar lokasi pembangunan.

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *