Close


June 28, 201964 Views

BBPJN VIII Mulai Rigid Jalan Pantura Lamongan

image_pdfimage_print

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya memanfaatkan dana bantuan dari Surat Berharga Syariat Negara (SBSN), untuk perbaikan ruas Jalan di Tuban – Babat – Lamongan – Gresik. Rencananya pada ruas tersebut akan dilakukan Pavement Rigid.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tuban – Babat – Lamongan – Gresik, Novia  Endhiana saat ditemui humas di kantornya, Kamis (27/6) mengatakan pembiayaan perbaikan jalan ini bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang merupakan salah satu sumber dana APBN.

Ia  menyebutkan bantuan SBSN yang diberikan untuk perbaikan ini yaitu sebesar Rp. 166,94 Milyar dengan rincian Rp 134,69 M untuk pekerjaan rekonstruksi jalan, Rp. 29,04 M untuk rutin kondisi jalan dan Rp.3,2 M untuk rutin jalan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk rekontruksi Jalan sepanjang 8,8 Kilo Meter dengan penanganan Pavement Rigid terletak di lamongan yaitu di ruas  jalan Sukodadi KM 55 sepanjang 200 meter, sedangkan di ruas jalan Babat sepanjang 300 meter di KM 72 dekat rumah makan Mira, dan sepanjang 8,3 KM berada di Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Penanganan Pavement rigid dilakukan di kedua sisi baik yang arah Surabaya ke Babat maupun dari Babat Menuju Surabaya.

“Saat ini, yang sudah berjalan yaitu di Sukodadi pekerjaan sudah berlangsung satu minggu, dari arah Surabaya ke Babat sudah di Rigid sepanjang 200 meter. sekarang lagi persiapan untuk yang arah Babat ke Surabaya pekerjaan diharapkan dapat selesai dua minggu ke depan sehingga pada 11 Juli 2019 lalu lintas di Sukodadi dapat kembali normal,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk penangaan Pavement rigid di babat sepanjang 300 meter akan dilaksanakan pada awal juli untuk yang di daerah Pucuk Lamongan sepanjang 8,3 KM akan dilaksanakan pada bulan Agustus.

“Untuk daerah Pucuk lamongan, diharapkan lebih cepat karena menggunakan mesin,  2 alat Slip Form Paver  yang disiapkan saat ini alat masih proses mobilisasi dan nantinya dalam 1 hari dapat mengerjakan 400 meter sehingga ditargetkan akhir November sudah selesai,” harapnya.

Selama pekerjaan berlangsung pihak BBPJN VIII bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengatur lalu lintas didaerah tersebut dengan dilakukan kontra flow. Untuk pengerjaan jalan ini dilakukan malam hari mulai pukul 10.00 wib Malam – 06.00 WIB pagi. Untuk siang hari dilakukan persiapan dan perapian bahu jalan.

“ Dengan penanganan rigid diharapkan jalan lebih tahan lama mengingat  lalu lintas Harian Rata-rata di ruas tersebut sudah tinggi diatas 2000  dan beban lalulintas yang  overload ” pungkas Endhi

 

 

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *