Close


May 2, 201918 Views

Bangun Komunikasi Efektif Di Lingkungan BBPJN VIII

image_pdfimage_print

Semua keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki seseorang, pengetahuan dan keterampilan dalam berkomunikasi menjadi hal yang penting dan berguna, mengingat proses dari komunikasi adalah bagaimana efek yang dihasilkan. Penyebab utama masalah komunikasi adalah timbulnya persepsi, asumsi pribadi dan adanya kepentingan pribadi. Oleh karena itu, diperlukan keterampilan komunikasi efektif bagi karyawan dalam memberikan pelayan serta mencapai tujuan organisasi

Seperti teori komunikasi ang disampaikan Harold Laswell (1948) Who, Says What, In Which Channel, To Whom, With What Effect ( Siapa Mengatakan Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa ) komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan yang dilakukan melalui media kepada komunikate atau penerima pesan sehingga menimbulkan dampak tertentu. Sehingga komunikasi dikatakan baik apabila penerima mengerti apa yang disampaikan oleh pembicara.

Pemahaman serta mengetahui cara berkomunikasi yang efektif menjadi perhatian oleh BBPJN VIII, melalui Sub Kepegawaian, Hukum dan komunikasi Publik BBPJN VIII,  sebanyak 91 peserta yang terdiri dari asisten umum pada satuan kerja, kepala urusan tata usaha serta koordinator pengawas lapangan pada tingkat PPK mengikuti pelatihan “membangun komunikasi efektif” yang adakan 2 – 3 Mei 2019 di Malang.

Kepala Sub Kepegawaian, Hukum dan komunikasi Publik Hariani mengatakan perlunya pelatihan bagi asisten umum, kaur TU serta koordinator pengawas lapangan saat berkomunikasi, , mengingat pada tingkatan tersebut sering melakukan koordinasi secara langsung dengan banyak pihak, semisal para stakeholder, wartawan, LSM serta masyarakat ketika membutuhkan informasi. Pelatihan ini juga diharapkan setiap “ujung tombak” PPK bisa menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara berkomunikasi yang baik. “kami sangat mengharapkan output dari pelatihan ini, nantinya teman-teman yang dilapangan mampu memberikan informasi dengan baik.”

Menurut Heidy Akhadi sebagai trainer pelatihan tersebut menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan komunikasi yang tidak efektif antara lain, saling menyalahkan, bekerja secara berulang, prespsi yang tidak sama, biaya yang besar, serta lamban baik yang menyampaikan pesan maupun yang menerima pesan.

Heidy yang juga sekaligus Head of ESQ Group East Java Corporate Culture Expert menjelaskan ada lima pilar ketika melakukan komunikasi dengan baik, antara lain Humanity, Equal, Authentic, recognition, trustworthiness. “kalau kita sudah benar-benar memahami lima pilar tersebut maka komunikasi yang dapat  terjalin dengan baik.” Tandas beliau. Tak hanya bagaimana cara berkomunikasi yang diajar kan, pengenalan potensi diri sendiri, serta karakter yang nantinya akan dihadapi, dan ada juga pelatihan secara langsung yang nantinya peserta dapat menerapkan dalam berkomunikasi dilapangan.

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *