Close


December 8, 2017258 Views

Pertama Di Indonesia Perangkaian Konstruksi Jembatan Baja Tidak di Lokasi Proyek

image_pdfimage_print
  • Foto : Box Baja Pelengkung Center Span I (bentang tengah) Jembatan Holtekamp siap di kirim ke Papua dan disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimoljono.

Surabaya – Box Baja Pelengkung Center Span I (bentang tengah) Jembatan Holtekamp sudah selesai di rakit PT. PAL Indonesia dan siap di kirim ke Papua. Pelepasan

center span I (bentang tengah) disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimoljono  pada minggu siang (3/12). Pengiriman dari Surabaya  ke Papua diperkirakan membutuhkan waktu 28 hari dengan jarak tempuh sekitar 3200 Km.

Umumnya, perangkaian sebuah jembatan dilakukan di lokasi. Namun untuk jembatan Holtekamp, perangkaian konstruksi dilakukan di tempat berbeda yaitu di PT PAL Indonesia dan Ini menjadi yang pertama di Indonesia.

Pengerjaan bentang utama oleh PT. PAL di Surabaya, merupakan bagian dari memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Indonesia. dimana PT. PAL memiliki fasilitas, tenaga ahli terutama untuk pengelasan baja dan dilengkapi pelabuhan. “Pengelasannya tidak main-main karena berpengaruh terhadap kekuatan. Tidak semua memiliki fasilitas yang lengkap. Saat ini belum bisa dilakukan di Papua karena fasilitasnya belum tersedia,” kata Menteri Basuki.

Pertimbangan lainnya juga untuk mitigasi kegagalan konstruksi bila rangka bentang utama dikerjakan di Jayapura. Pasalnya, kawasan tersebut termasuk kawasan rawan gempa. Dengan perakitan di PT. PAL  akan meningkatkan aspek keselamatan kerja, dan mempercepat waktu pelaksanaan.

Penyelesaian bentang utama dengan bobot 2.000 ton ini lebih cepat dari jadwal karena menggunakan metode center span strand lifting yang pertama dilakukan di Indonesia. Bentang utama 1 dikerjakan sejak 22 Juli 2017 dan selesai 17 Oktober 2017, sementara bentang utama 2 dikerjakan mulai 19 September hingga 3 Desember 2017.

Keberadaan Jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis, yakni untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut. Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit. Jembatan Holtekamp nantinya akan menjadi ikon dan destinasi wisata baru di Papua, khususnya Jayapura.

Jembatan Holtekamp memiliki panjang 732 meter dengan  panjang bentang utama jembatan 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.

 

 

 

 

 

Bagikan Ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *